Banyak yang ingin mendapatkan bentuk tubuh yang ideal, berlaku baik untuk laki-laki maupun perempuan. Untuk mendapatkan hasil tersebut, disamping melakukan diet sehat untuk asupan makanan, juga disertai dengan program latihan. Salah satu latihan yang sering dilakukan untuk mendapatkan hasil tersebut adalah latihan aerobik. Latihan aerobik banyak disukai terutama bagi kaum perempuan, hal ini dikarenakan latihan aerobik lebih simpel, mudah, dan fun terutama untuk senam-senam aerobiknya.
Latihan aerobik merupakan latihan yang banyak memerlukan oksigen dalam pelaksanaannya. Latihan aerobik sendiri bentuknya bermacam-macam, seperti jogging ( lari-lari kecil ), lari, bersepeda, berenang, ataupun kelas aerobik. Mitos latihan aerobik lebih bagus daripada latihan beban untuk membentuk tubuh adalah sesuatu yang tidak tepat, begitupun untuk menurunkan berat badan. Faktanya Kita harus lebih banyak melakukan latihan beban, ketimbang latihan aerobik untuk menurunkan berat badan sekaligus membentuk bentuk badan yang ideal. Terlalu banyak latihan aerobik tanpa latihan beban yang lebih banyak porsinya, malah akan membuat tubuh Kita menjadi kurus tapi lembek bergelambir (kewer-kewer), karena masa ototnya kecil.

Latihan aerobik dengan intensitas tinggi, tidak hanya membakar lemak ( fat ) saja, tetapi juga menggunakan otot Kita sebagai sumber energi, jadi makin tinggi intensitas latihan aerobiknya, otot Kita semakin banyak yang digunakan sebagai sumber energi, sehingga otot menjadi semakin mengecil juga (katabolik). Padahal otot merupakan salah satu organ yang sangat penting untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Simpelnya otot itu mesin pembakar lemak tubuh yang paling efektif, kalau ototnyanya mengecil maka pembakaran lemak tubuhnya ( fat ) juga lambat, jadi tidak heran walaupun berat badannya turun, tapi akan mudah naik juga, alias yoyo. Mengecilnya masa otot karena terlalu sering latihan aerobik akan membuat penampilan kita menjadi kurus tapi terkesan kerempeng ( skinny ), walaupun untuk hal ini bisa jadi selera masing-masing sih.
Ngga sampai di situ, semakin mengecilnya massa otot juga akan mempengaruhi fungsi otot sebagai penyangga tubuh Kita setelah tulang, otot menjadi lemah, sehingga Kita menjadi mudah lelah, pegal-pegal, beresiko memyebabkan Kita mudah jatuh ataupun cidera, keadaan kayak gini nih yang di sebut sarkopenia. Sarkopenia biasanya terjadi pada golongan manusia lanjut usia ( manula ), tapi saat ini banyak kok anak muda yang mulai terkena gejala tersebut, akibat budaya mager yang mulai akut.

Nah mulai sekarang kalau tujuannya untuk mendapatkan bentuk badan yang ideal, maka jangan terlalu banyak latihan aerobik, bukan stop latihan aerobik ya, karena latihan aerobik juga bagus untuk sistem kardiovaskuler Kita. Tapi misalkan menggunakan persentase 20%-30% aerobik berarti sisanya latihan beban, simpelnya misal jatah untuk latihan aerobik 2 hari jatah latihan bebannya 5 hari.
Salam sehat selalu ya, ”No Mager, No Jompo Muda”.






